Generasi Millenial Terhadap Komunikasi
Perilaku Generasi
Milenial Terhadap Komunikasi
Generasi milenial disebut juga
dengan Generasi Y yang merupakan generasi setelah generasi X, generasi ini
adalah masa teknologi sudah masuk dalam kehidupan. Bedasarkan blog statistik
gender tematik,
Menheim
mengatakan “ generasi adalah suatu konstruksi sosial yang di dalamnya terdapat sekelompok orang yang
memiliki kesamaan umur dan
pengalaman historis yang sama”. Menurut Psikolog Jean Twenge menjelaskan " Milenial sebagai Generasi Me "yaitu generasi yang mulai mengekspresikan eksistensi dirinya. Dan Penulis Elwood Carlson di dalam bukunya " The Lucky Few Between the Greatest " Milenial lahir diantara tahun 1983 - 2001 berdasarkan lonjakan kelahiran setelah 1983 ( Wikipedia.org ).
Generasi Millenial
adalah Generasi yang lahir pada rasio tahun 1980 – tahun 2000 , generasi
millenial juga disebut Generasi Y. Hal ini mulai dikenal dan dipakai pada
editorial Koran Besar Amerika Serikat pada Agustus 1983. Sebelum generasi
millenial ada generasi X yang lahir pada rentang waktu 1960 – 1980. Lalu ada
generasi sebelumnya yaitu “Baby Boomers” yaitu generasi yang lahir pada rentang
tahun 1946 – 1960. Generasi ini terlahir pada masa Perang Dunia terakhir kedua berakhir
di era Baby Boomers juga kelahiran bayi sangat tinggi. Generasi terakhir yaitu
generasi Veteran yang lahir kurang dari tahun 1946. Disamping Generasi millenial
adalah generasi setelah generasi millenial disebut dengan Generasi Z, yang lahir
rentang tahun 2000 – 2010.
Generasi Millenial
sangat erat dengan Dunia Teknologi yaitu Sosial Media, selain itu generasi ini
terboiasa dengan sesuatu yang serba cepat atau instan, namun disisi lain Generasi
ini memiliki Pemikiran yang terbuka, kritis,berani,kreatif dan efisien. Generasi
Millenial memiliki Karakter unik berdasarkan Wilayah dan Kondisi Sosial
Ekonomi. Salah satu ciri utama generaesi millenial ditandai oleh peningkatan
penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media, dan teknologi digital. Generasi
ini merupakan generasi yang melibatkan teknologi dalam segala aspek kehidupan.
Berdasarkan sebuah studi Crowd DNA untuk Facebook di tahun 2014, pada 11.000 remaja dari 13 negara, termasuk Indonesia, dijumpai fakta bahwa remaja Indonesia dapat dibagi menjadi tiga segmen atau kelompok Generasi Millenial.
1. Hyper-Connected
Segmen ini berusia 13-15 tahun. Mereka selalu berada di antara keluarga
dan teman-teman. Selain itu, teknologi terjalin dalam setiap kehidupan
mereka. Kelompok ini menempatkan nilai tertinggi pada media sosial dan
perannya dalam kehidupan mereka.
2. Architects
Segmen ini berusia 16-19 tahun. Mereka adalah kelompok yang bergairah
tentang pendidikan dan mulai berpikir tentang masa depan dan tujuan
hidup mereka. Mereka adalah kelompok yang paling terbuka untuk berbagi
rincian kehidupan sehari-hari mereka.
3. ExplorersSegmen ini berusia 20-24 tahun, yang menggunakan teknologi lebih dari
sekadar sarana untuk tetap berhubungan dengan teman dan keluarga. Akan
tetapi, teknologi juga digunakan sebagai jalan untuk belajar tentang
penyebab dan budaya global saat mereka memasuki usia dewasa. Mereka
paling sering terlibat dengan brand dan konten dari brand. (dwi Wulandari, Mix,co,id).
Dari ketiga kelompok diatas dapat dilihat bahwa kelompok milenial dapat diukur dari segi manapun baik usia atau pun lingkungan nya . Karena Generasi Milenial ini adalah fase yang mana segala sesuatu dapat berkembang baik dari lingkungan atau kehidupan .
Generasi Milenial memiliki perilaku yaitu :
1. Dekat dengan Sosial Media
Dimana Kalangan Milenial sangat bergantung pada Gadget yang dimana gadget adalah sebuah
wadah untuk bersosial media contoh dengan Facebook , Twitter, Instagram .
2. Kreatif dan Efisien
Kreatif, menciptakan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin . Bisa juga dengan
memanfaatkan sesuatu yang tak layak menjadi yang berguna dan bermanfaat.
Efisien , Dimana milenial dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya .
3. Produktif
Generasi Milenial selalu memiliki aktifitas yang tinggi dan juga multitasking bisa melakukan
beberapa tugas bersamaan bahkan dalam waktu yang cepat .
4. Dinamis dan ingin serba cepat
Dimana Milenial menginginkan sesuatu yang baru atas pilihan nya yang dapat berubah - ubah .
dan Generasi ini terbiasa dengan segala sesuatu yang instan.
5. Open Minded
Dimana generasi ini berpikiran terbuka dan menerima segala perubahan yang telah dialami .
6. Kritis dan Berani
Generasi ini berani mengungkapkan pendapat baik disukai maupun disukai secara terang - terangan.
Kebiasaan Generasi Milenial dalam Komunikasi bahasa
Generasi Milenial selalu berinteraksi di Media Sosial tidak dipungkiri generasi milenial pasti mempunyai akun aplikasi di media sosial, Facebook , Twitter , Instagram , youtube , dan lainnya .
Pada generasi ini kebanyakan mengungkapkan perasaan nya lewat aplikasi sosial media, seperti Status Whatsapp , Story Instagram, dll . Hal ini bertujuan membangun citra dirinya di Dunia Maya selain itu banyak juga yang menjadikan media sosial untuk menambah penghasilan.
Dalam Generasi Milenial sekarang semua sudah tergantung pada gadget, komunikasi yang seperti bertemu langsung pun teralihkan dengan chatting disalah satu medsos, maka dari itu Generasi Milenial tidak bisa lepas dari yang namanya gadget .
kebanyakan masyarakat mengartikan bahasa merupakan alat komunikasi, namun pada dasar nya bahasa adalah wadah untuk mengekspresikan diri dan menunjukan pola pikir seseorang. Sebagai wadah ekspresi, generasi melineal menggunakan bahasa untuk menunjukan eksistensi dirinya, seperti halnya mengungkapkan rasa marah, sedih, kecewa, senang, hal yang tidak biasa dapat diungkapkan pada status di media sosial. selain itu perubahan bahasa juga terlihat pada penulisan huruf, perubahan ini terjadi ketika handpone sudah memasuki kehidupan, penggabungan huruf dengan angka menjadi ciri generasi milenial membentuk sejarah. penggabungan huruf seperti "tujuan menjadi 7an" sempat terkenal dijamannya, penggunaan bahasa ini diperkirakan lebih dari setahun digunakan dan terus mengalami perubahan. selain itu perubahan bahasa terjadi pada pengucapan seperti penggunaan bahasa "se" contohnya "kamse, dimanse, udse, makse" dan ada juga bahasa "g" contohnya "ugu aga " karena itulah generasi milenial memiliki sifat dinamis.
Daftar Pusaka
Badan Statistik.2018.STATISTIK GENDER TEMATIK: PROFIL GENERASI MILENIAL INDONESIA.Penerbit:Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
https://id.wikipedia.org/wiki/Milenial
https://mix.co.id/marcomm/brand-insight/research/ada-tiga-segmen-generasi-millenium-bagaimana-seharusnya-marketers-menyikapi/
Komentar
Posting Komentar